Monday, January 2, 2012

Tentang Menghakimi @ Judgemental

Thoughts on the second row sentence : Do you have the capacity?; 'to cover the earth with carpet'.

Aku adalah jenis orang yang straightforward...aku juga suka menyindir sinis-sinis...bila kita judgmental ni sometimes kita guna medium menyindir as an expression...

Aku...tiada bezanya dengan manusia lain...iaitu semuanya TIDAK sempurna.

Diceritakan...pada suatu hari aku membeli barang-barang keperluan di kedai (murah) which is my favorite style of shopping...Quantity First.

So aku ajar anak-anak aku beratur...bukan apa...baru-baru ni jugak aku ada pengalaman pasal didik anak untuk beratur ni...begini kisahnya :

Aku beratur tunggu giliran mo kencing di Ranau.
Dengan selamba dua budak @ munyit haha...potong giliran aku selamber baby siap ketawa-ketawakan aku...
Aku mau telan kedua-duanya...
Tapi decided surrender and balik ke kereta menahan kencing sampai KK sambil macam Joyah mengomel sepanjang jalan

Aku punya geram : "Ni bapak mamak dia la ni ndak pandai ajar!...Mesti good boy depan orang tua dia jak depan orang lain macam munyit!"

Tapi...aku cam taik jak pikir macam tu...kita pun ndak tahu kenapa budak-budak tu jadi begitu...mana lah tau durang kurang kasih sayang...dari kecil kena jaga oleh nanny?....

Itu Judgemental No. 1 saya.

Seterusnya berbalik kepada cerita pertama :

Mulut aku punya bising macam buntut ayam bagi instruction untuk anak-anak aku berbaris dengan mainan-mainan durang di tangan...kesian anak aku dapat mama macam aku...buat malu jak ndak pandai diam haha
Then aku pi tiga langkah jak jauh dari tempat berbaris ke bahagian stationery.
Tiba-tiba...rilek jak wanita seorang ni Potong cue.

Aku ni apa?
Orang belakang aku ni apa?

yang lucunya...masa aku melangkah 3 langkah tu aku nampak dia di depan ku...syok 1 minit tinguk stationery Angry Birds aku balik ke barisan...ada sudah dia usher-usher stokin anaknya di kaunter bayaran sedang orang lain membuat pembayaran.

Ko ndak marah?
Mungkin ndak...Tapi aku YA!haha aku mengaku jugalah...

Apa lagi : Judgemental No. 2

Aku mulai lah menyindir : "Ayman,Tara berbaris yah!jangan potong giliran."
Lepas tu aku tenung wanita itu dalam-dalam...aku cuma berhenti bila cashier mulai tengok aku semacam...barulah aku sedar aku sedang bagi 'killer look' kepada wanita tersebut.

Lepas tu orang belakang bercakap sesama sendiri pasal ikut barisan...
To make matter worst aku tambah lagi sindiran aku bagi dengar-dengar wanita tu...: "Ya ikut barisan jangan suka-suka potong barisan."

Aku...ndak taulah kalau dia tersindir...tapi lepas dia mau chow sudah dia cakap macam ni pada anaknya :
'Sabar bah...Sabaaaarrr'

.......

Kin Panas kan haha...

Tapi....
Aku belajar sesuatu dari situ.

The world is a MESSED UP place. Already messed up even before you were born...still messed up after you're dead.

And You want to 'Correct' them?

'Its not difficult...its Imposible' bilang si Shah Rukh Khan dalam Don 2.

Tapi....kalau kita menghakimi...betulkah kita ni baik sangat atau sebenarnya...macam in my case aku yang jenis bermasalah : Kurang Sabar.

Cukup lah sekadar kita doakan dia...

Setiap hari memaafkan orang lain...supaya kita sendiri...'Let them Go'....

Sebab kalau tidak one action we took to establish the resentment ; the longer the memory last in our thoughts....
Satu sindiran aku buat berbanding tiada, meningkatkan peratus memori tersimpan dalam kepala aku sendiri tentang perkara tersebut....apa lagi dua kali menyindir...apa lagi kalau tiga?plus the 'Killer Look' lagi??

I probably think about that for dayssss....

So i guess...we all need to be less judgmental of others and rather pray for their well being, walaupun niat kita bagus sindir dia : untuk menyedarkan dia tentang kesulitan orang lain yang sudah duluan menunggu giliran panjang tapi....bila kita hakimi dia kita actually menyeksa diri kita sendiri dengan beban untuk memperbetulkan dunia.

Itu bukan kerja kita...paling-paling doakan lah dia supaya dilindungi Tuhan kerana sekaligus kita mendoakan diri sendiri untuk dilindungi Tuhan.

Jadi....biarkanlah....
Kita mo menegakkan keadilan pun takkan sampai cop dosa sendiri di akhirat...

Please take note...we are not as good or bad as everyone. And everyone is not as good or bad as us.

The only One that knows the parameter is God....

So...doakan mereka....tak payah main sindir-sindir...nanti catat dosa macam aku jak dapat apa?dapat keburukan saja akhirnya...^_^

No comments:

Post a Comment